Hari Film BEM FISIP gelar nonton bareng

Hari Film BEM FISIP gelar nonton bareng



Dalam rangka memperingati Hari Film, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Gelar Nonton Bareng  film “Cinema is the ultimate pervert art. It doesn’t give you what you desire – it tells you how to desire” karya Slavoj Zizek.
 
Seperti judul yang tertera di atas, menonton film, membaca kumpulan buku-buku menarik, dan ditemani oleh segelas kopi hangat merupakan hal yang paling pas untuk dinikmati  dan membumbungkan ide-ide besar menjadi sebuah tindakan. Oh, I love my life so much! Hal inilah yang kemudian coba diejawantahkan oleh BEM FISIP UNS lewat aksi kreatif-nya dalam rangkaian Klasik #2, yakni dengan melapakkan Perpustakaan Hutan FISIP dan Nonton Bareng alias nonbar sinema “Belakang Hotel” karya Watchdoc Movie.
Kegiatan yang dilaksanakan sepanjang hari pada 31 Maret 2016 ini diselenggarakan oleh Kementerian Luar Negeri BEM FISIP UNS diawali dengan aksi kreatif  yang pada siang hari, tepatnya pukul 13.00 WIB hingga menjelang nonbar, mendirikan Perpustakaan Hutan di kawasan Hutan FISIP UNS. Hal ini selain sebagai aksi kreatif untuk menarik minat baca masyarakat FISIP, juga sebagai aksi protes dan bentuk kekecewaan karena adanya upaya dari UPT Perpustakaan UNS untuk memindahkan perpustakaan di seluruh fakultas agar tersentral di Perpustakaan Pusat UNS (yang kebetulan baru diresmikan). BEM FISIP UNS dalam hal ini menyayangkan hal tersebut, mengingat hal itu semakin menjauhkan akses mahasiswa untuk melekat dengan budaya membaca buku. Perpustakaan Hutan Fisip yang menggelar lapak-nya di tengah-tengah keramaian mahasiswa ini juga diramaikan oleh beberapa kawan dari fakultas-fakultas lainnya, seperti dari fakultas hukum dan fakultas teknik. Tidak hanya itu, sebagian mahasiswa FISIP juga tampak menikmati buku bacaannya diatas beberapa Hammock yang disuguhkan. Atau menikmati hangatnya kopi bersama petikan gitar tua semakin melengkapi zona literasi di Hutan Fisip UNS.
Beranjak menuju sore, pada pukul 15.30-17.30 WIB di Public Space 3 FISIP UNS dilaksanakan kegiatan Nonton Bareng film “Belakang Hotel” yang dihadiri dihadiri oleh mahasiswa umum dari berbagai kalangan, BEM se-UNS, Komunitas KINE Klub FISIP, FFC, dan masih banyak lagi yang turut meramaikan acara ini. Pemutaran film dan diksusi yang bertema “Belajar Dari Tanah Jogja” ini sebagai bentuk apresiasi terhadap film lokal dengan segudang nilai yang merepresentasikan ironi kehidupan masyarakat di balik megahnya pembangunan hotel di berbagai kota di Indonesia. Dalam hal ini, film Belakang Hotel karya Watchdoc mengungkap realita di balik indahnya industri pariwisata di Kota Yogyakarta, yang ternyata menyimpan haru lagi sendu. Tak sekadar nonbar, acara juga dilanjut dengan diskusi dan sesi sinopsis film yang dipandu oleh Nugra Bagus Andika.
Diskusi berjalan interaktif dimana setiap penonton memberikan argumen maupun tanggapannya terhadap film dan nilai-nilai yang ada di dalamnya. Contohnya adalah pendapat dari Uzlifatul Jannah, Menteri Luar Negeri BEM FISIP UNS yang turut menanggapi dengan realita di Kota Solo, “sejak didirikannya Hotel Alana pada tahun 2013 air warga mulai berkurang dan hanya mengalir sedikit. Sehingga warga yang tinggal di belakang dan sekitar Hotel Alana terkena dampak kekeringan. Akhirnya para warga dan perangkat desa mengajukan 7 tuntutan kepada Hotel Alana, beruntungnya pihak Hotel Alana menyanggupi 7 tuntutan tersebut, salah satunya adalah membuatkan pompa air untuk warga.” Begitu ujarnya. Selain itu, Bima dari KINE klub FISIP yang mengomentari tentang privatisasi air seperti yang terjadi di Pabrik Aqua Klaten, membuat warga sekitarnya harus merogoh koceknya untuk menikmati air yang seharusnya menjadi hak mereka.
Puluhan mahasiswa yang turut meramaikan serangkaian acara, baik di Perpustakaan Hutan maupun yang berlanjut di nonbar Belakang Hotel disuguhi buku-buku menarik, kopi hangat, dan makanan ringan yang membuat suasana begitu cair dan lebih interaktif. Rangkaian kegiatan peringatan Hari Film Nasional 2016 ini berlangsung lancar dan ditutup pada pukul 17.30 WIB .